Wednesday, May 10, 2006

Tips Beasiswa Untuk Pemula

A. LANGKAH-LANGKAH TEKNIS:

1. Ada banyak sekali scheme scholarship untuk study abroad yang buka

pendaftaran tiap tahun. Beberapa scheme populer yang memberikan full

scholarship (komponen yang dibiayai sudah mencakup tuition fee, uang

saku, asuransi kesehatan dan 1x ticket bolak-balik) antara lain

Chevening dari British Council (tujuan studi ke UK)
Fulbright dari USAID (tujuan studi ke US)
ADS dari AusAid (tujuan studi ke Australia)
STUNED dan NFP dari Netherland Education Centre (tujuan studi ke

Belanda)
DAAD dari pem. Jerman (tujuan studi ke Jerman)
VLIR dari pem. Belgia (tujuan studi ke Belgia)
Kita harus mempelajari dulu scheme2 tersebut, apa saja persyaratannya,

dsb. Cara paling mudah dan efektif ya tinggal buka saja web-nya. Nggak

tau alamatnya? Search aja di google....

2. Dapatkan score TOEFL minimal 550 (kalau mau aman 580) atau IELTS

minimal 6.0 (kalu bisa dapat 6.5 lebih OK). Setahu saya semua full

scholarship diatas mempersyaratkan nilai TOEFL/IELTS dengan nilai

minimal spt diatas (fulbright malah 580), kecuali Chevening cuma

require pengisian 2 lembar form aplikasi (that's all!).

3. Siapkan dokumen2 standar yang diperlukan such as: transkrip & ijazah

S1 (dilegalisir dan di-translate, jasa translation-nya biasanya

tersedia di kampus masing2), surat referensi dari employer dan mantan

dosen pembimbing S1, sertifikat skor TOEFL/IELTS, dan Curriculum Vitae.

Ada juga scheme yang require paspor, akte kelahiran, surat jaminan dari

employer, surat penerimaan dari universitas yang akan dituju, dsb.

4. Langganan milis beasiswa@yahoogroups.com. Di milis ini ada banyak

sekali info2 mengenai beasiswa dari berbagai negara, lengkap dengan

tips, trik, pengalaman sucessful awardees and much more other related

topics.

B. TIPS2 UNTUK MEMPERBESAR PELUANG

1. Supaya peluang diterima lebih besar, carilah scheme scholarship yang

paling sesuai dengan background kita. Misalnya, kalau Anda seorang

jurnalis/wartawan/reporter, maka peluang Anda cukup besar kalau Anda

apply Chevening (Ira Koesno dan Arief Suditomo adalah salah dua dari

alumni Chevening). Kalau Anda calon politisi, pintu Fulbright terbuka

lebar untuk Anda (contoh alumni fulbright: Amien Rais dan Mallarangeng

bersaudara).

2. Perlu diantisipasi juga bahwa peluang setiap orang untuk memperoleh

beasiswa tidaklah sama. Hampir semua sponsor full scholarship akan

memberikan prioritas utama kepada PNS, dosen, staf LSM lokal, orang2

dari Kawasan Timur Indonesia (or at least luar Jawa lahh....), wartawan

dan... wanita (gender equity, banyak sponsor yang men-set proporsi

penerima / pemenang beasiswa mereka harus imbang pria dan wanita = 50%

vs 50%, sementara biasanya jumlah pelamar pria jauh lebih banyak dari

jumlah pelamar wanita, otomatis wanita punya peluang lebih besar).

Jadi misalnya, peluang seorang dosen wanita dari Universitas

Cendrawasih adalah sangat2 besar untuk dapat beasiswa (terutama

AusAid), walaupun die kagak pinter-pinter banget. Sementara peluang

seorang pria eksekutif muda dari sebuah profit company terkemuka di

Jakarta sangatlah kecil, kecuali kalau dia punya track record

extraordinary...hehehe...

Tapiii.... hal ini jangan membuat teman2 di private sector patah

semangat ya... peluang itu tetap ada koq (contohnya teman2 saya yang

memperoleh beasiswa STUNED tahun ini, ada yang berasal dari Indofood,

Merpati airlines, dll), cuma berapa besarnya peluang tersebut, Only

Heaven Knows...hehehe.....(Rick Price, 1992).

3. Cari scheme scholarship yang persyaratannya paling ribet. Kenapa?

Karena makin banyak persyaratan, maka peminat akan makin sedikit,

otomatis peluang kita akan makin besar. Sebagai ilustrasi, Chevening

scholarship tiap tahun kebanjiran beribu-ribu pelamar dari seluruh

pelosok Indonesia karena persyaratannya cuma mengisi 2 lembar formulir

aplikasi dan kirim ke British Council.

That's it! Jika dipukul rata bahwa semua pelamar punya peluang sama, it

means scr statistik tiap pelamar cuma punya peluang kurang dari 0.1%.

Tapi, mengacu point 2 diatas, peluang kita-kita yang kerja di

jabotabek, sektor swasta pula, tentu akan semakin kecillllllll

pula......

4. Cari jurusan/program yang akan berguna bagi "hajat hidup orang

banyak". Or lebih konkrit-nya, ambil jurusan yang berbau-bau

Development, Social, Policy, Rural, Public, Environment, Conservation

dan sejenisnya. Sebisa mungkin hindari jurusan yang terlalu spesifik

(tahun lalu saya apply untuk program Biometrics, gak lolos

tuh....hehehe....). Tapi tentunya program yang akan kita ambil tetap

harus relevan dengan background S1 dan atau pekerjaan kita.

5. Banyak-banyak berdoa dan perpanjang tali silaturrahmi




SELAMAT BERJUANG di ARENA PERBURUAN BEASISWA!!!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home